Pemkab Soppeng Susun Rencana Aksi Pencegahan Kekerasan Anak, Targetkan KLA 2026 Lebih Optimal

jurnaltime.co.id SOPPENG – Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar pertemuan penyusunan rencana aksi pencegahan kekerasan terhadap anak. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026.
 
Acara berlangsung di Aula Kantor DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Kamis (16/04/2026), dan dihadiri oleh Tim Gugus Tugas KLA serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
 
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Hj. A. Husniati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun berjalan.
 
Menurutnya, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan sekaligus memastikan pemenuhan hak-hak anak dapat berjalan berkelanjutan.
 
“Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak di Soppeng,” tegas Husniati.
 
Sementara itu, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam sambutannya menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
 
Ia menjelaskan, perlindungan anak mencakup jaminan hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal, serta terbebas dari ancaman kekerasan dan diskriminasi.
 
“Rencana aksi pencegahan kekerasan terhadap anak menjadi komponen penting. Hal ini memerlukan komitmen kuat dari seluruh pihak, termasuk dalam penyediaan data dan dokumen pendukung,” ujar Bupati.
 
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya integrasi indikator KLA melalui sinergi program dan sumber daya lintas sektor. Penguatan kelembagaan, sistem pelaporan, serta penciptaan lingkungan yang aman baik di sekolah maupun lingkungan sosial menjadi fokus utama.
 
Ia mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, hingga forum anak untuk terus mempererat koordinasi.
 
“Keberhasilan Kabupaten Layak Anak sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak,” tambahnya.
 
Di akhir sambutan, Bupati berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas peserta, khususnya dalam pengelolaan data dan penyusunan dokumen evaluasi mandiri, sehingga Soppeng dapat meraih predikat KLA yang lebih tinggi.
 
Pertemuan ini diikuti oleh 25 peserta dan menghadirkan fasilitator dari KLA Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappelitbangda selaku Ketua Tim Gugus Tugas KLA, Kepala DP3AP2KB, serta para kepala perangkat daerah terkait.

0 Komentar