jurnaltime.co.id SOPPENG – Menjelang peringatan Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765 tahun yang jatuh pada 23 Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng tengah mempertimbangkan sejumlah opsi pelaksanaan, termasuk kemungkinan penundaan agenda tersebut.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, mengungkapkan bahwa waktu persiapan yang terbilang singkat menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, pelaksanaan perayaan juga direncanakan dilakukan secara sederhana guna menyesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Kalau dilaksanakan dalam waktu dekat ini dengan persiapan yang mepet, kemungkinan bisa saja ditunda, menunggu penentuan jadwal dari Bapak Gubernur,” ujar Suwardi Haseng saat menerima audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Soppeng di ruang rapat Kantor Bupati Soppeng, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, dalam waktu dekat dirinya juga akan bertandang ke Rumah Jabatan Gubernur untuk berkoordinasi terkait penetapan jadwal resmi Hari Jadi Soppeng. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan HJS tetap berjalan optimal dan sesuai dengan agenda pemerintah provinsi.
Terkait lokasi pelaksanaan, Suwardi Haseng menyebutkan terdapat dua alternatif yang tengah dipertimbangkan. “Kalau bukan di ruang DPRD, kemungkinan kita laksanakan di halaman Kantor Bupati. Yang jelas, kita konsepkan secara sederhana,” jelasnya.
Kesederhanaan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya efisiensi keuangan daerah, tanpa mengurangi makna dan esensi peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Soppeng.
Sementara itu, audiensi bersama SMSI Kabupaten Soppeng turut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi terkait peran media dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765.
Dengan berbagai pertimbangan yang ada, masyarakat kini menantikan keputusan final terkait jadwal dan konsep pelaksanaan HJS tahun ini, yang diharapkan tetap berlangsung khidmat meski dengan konsep yang lebih sederhana.(luk)
0 Komentar