Reses DPRD di Marioriawa, Warga Keluhkan Infrastruktur hingga BPJS

jurnaltime.co.id SOPPENG – Kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2024/2026 yang digelar anggota DPRD Kabupaten Soppeng berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Marioriawa, Kamis (23/4/2026). Agenda ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan keluhan kepada para wakil rakyat.

Camat Marioriawa, Syahrani Andi Ngantok, dalam sambutannya menjelaskan bahwa reses memiliki kemiripan dengan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), namun dengan pendekatan berbeda. “Kalau musrenbang kita yang datang menyampaikan usulan, sementara reses ini justru anggota dewan yang datang langsung menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, hasil reses tidak hanya sebatas catatan, tetapi berpotensi masuk dalam pembahasan anggaran, termasuk pada anggaran perubahan. “Semua usulan masyarakat bisa diakomodir, baik itu pembangunan fisik maupun nonfisik seperti pelayanan administrasi, perizinan, hingga KTP,” jelas Syahrani yang juga menjabat Plt Lurah Manorang Salo.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng, H. Andi Wadeng, SE., M.M., menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dihimpun sebagai pokok-pokok pikiran DPRD. “Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kami tampung terlebih dahulu untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan anggaran,” katanya.

Dalam sesi dialog, warga Kelurahan Manorang Salo menyampaikan sejumlah persoalan mendesak. Sahidin, salah satu warga, mengeluhkan kondisi Kantor Kelurahan Manorang Salo yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar program listrik masuk sawah dapat dikawal oleh DPRD guna mendukung aktivitas pertanian. Keluhan lain datang dari warga terkait kondisi lampu jalan yang hampir seluruhnya tidak berfungsi, terutama di lorong-lorong permukiman yang dinilai membahayakan keselamatan warga saat malam hari.

Permasalahan sosial juga turut mengemuka. Seorang warga bernama Yunus mempertanyakan solusi bagi peserta BPJS yang status kepesertaannya tidak aktif. Di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar Danau Tempe mengungkapkan kekhawatiran atas menurunnya hasil tangkapan ikan, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Andi Wadeng menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti. “Kami sangat mengapresiasi semua masukan dari masyarakat. Keluhan soal lampu jalan yang mati akan segera kami koordinasikan dengan dinas terkait dan pihak penyedia layanan agar segera dilakukan perbaikan,” tegasnya.

Ia berharap, melalui reses ini, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera mendapat solusi konkret. “Kami ingin memastikan jalanan kembali terang, aktivitas masyarakat berjalan aman, dan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” pungkasnya.(myu) 

0 Komentar