Sidrap Jadi Lautan Guru! Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Puluhan Ribu Pendidik Padati Stadion Ganggawa

jurnaltime.co.id SIDRAP – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi pusat perhatian dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Ribuan guru dari seluruh penjuru provinsi memadati Stadion Ganggawa, Pangkajene, pada Kamis (2/7/2026), dalam pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Diperkirakan sekitar 72 ribu pendidik hadir memeriahkan ajang yang berlangsung pada 1–6 Juli 2026 tersebut. Kehadiran mereka menjadikan Sidrap bak lautan insan pendidikan yang dipenuhi semangat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan.

Sejak pagi, peserta dengan seragam khas masing-masing daerah memenuhi Stadion Ganggawa hingga meluas ke kawasan Monumen Ganggawa dan pelataran Masjid Agung Pangkajene. Antusiasme luar biasa ini bahkan telah terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Seluruh hotel dan penginapan di Sidrap penuh, sementara sejumlah sekolah hingga rumah warga turut dimanfaatkan sebagai tempat menginap para guru yang datang dari berbagai kabupaten dan kota.

Pembukaan Porsenijar berlangsung meriah dan resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Staf Khusus Menteri Agama Bunyamin Yafid, Ketua PGRI Sulsel Haris Hasnawi, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sulsel, anggota DPRD, pengurus PGRI, serta ribuan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sidrap sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

"Terima kasih telah mempercayakan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI 2026. Insya Allah selama Anda berada di sini, warga Sidrap akan melayani dengan keramahan tulus kami. Orang Sidrap siap menyiapkan beras dan telur terbaik untuk menyambut saudara sekalian," ujar Syaharuddin yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, mengaku terharu melihat besarnya antusiasme seluruh peserta serta kekompakan pemerintah daerah dan organisasi PGRI di Sulawesi Selatan.

"Hati saya bergetar pagi ini melihat persatuan antara gubernur, wakil gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus, dan seluruh guru anggota PGRI," ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilai sukses mempersiapkan pelaksanaan kegiatan berskala besar tersebut.

"Terima kasih kepada Kabupaten Sidrap selaku tuan rumah. Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 ini benar-benar keren," katanya.

Unifah menegaskan bahwa PGRI harus terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama membangun pendidikan nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya bersama seluruh kepala daerah untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru meskipun pemerintah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

"Kami tahu kondisi saat ini ada efisiensi, namun saya bersama para bupati dan wali kota tetap berjuang keras demi kesejahteraan guru-guru kita," tegasnya.
Menurut Andi Sudirman, keberhasilan seseorang tidak lepas dari jasa para guru yang telah mendidik dan membimbing sejak dini.

"Saya tidak mungkin berada di posisi ini tanpa dididik oleh guru. Guru terbaik adalah yang selalu dikenang karena mampu mencetak generasi sukses di masa depan," ujarnya.

Suasana pembukaan semakin semarak ketika Gubernur memberikan hadiah tambahan bagi para pemenang berbagai perlombaan, berupa 20 unit sepeda, 10 tablet, tiga motor listrik, dan dua paket ibadah umrah. Selain itu, lima unit sepeda juga dibagikan kepada peserta upacara pembukaan sebagai bentuk apresiasi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PGRI turut menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka terhadap peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan guru.
Acara pembukaan kemudian ditutup dengan defile 24 kontingen kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. 

Masing-masing kontingen menampilkan kekhasan budaya daerah, menciptakan suasana meriah yang menggambarkan semangat persatuan para pendidik dalam memajukan dunia pendidikan di Sulawesi Selatan.

Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bergaya jurnalistik media online dengan judul yang lebih "klik" namun tetap sesuai kaidah jurnalistik.

0 Komentar