Tangis Haru Iringi Perpisahan Camat Syachrani Andi Nganro, Marioriawa Kehilangan Pemimpin yang Dicintai Warga

jurnaltime.co.id SOPPENG – Suasana haru menyelimuti Aula Kantor Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Selasa (14/7/2026), saat berlangsung acara serah terima jabatan Camat Marioriawa. Momen yang semula berlangsung khidmat berubah menjadi perpisahan penuh emosi ketika Camat Syachrani Andi Nganro, S.E., resmi mengakhiri masa pengabdiannya setelah memimpin Kecamatan Marioriawa selama 4 tahun 2 bulan.

Tangis pecah di hampir seluruh sudut ruangan. Isak haru terdengar dari para pegawai, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga yang hadir. Banyak di antara mereka tak mampu membendung air mata saat melepas sosok pemimpin yang dikenal sederhana, rendah hati, dan selalu hadir di tengah masyarakat.

Selama memimpin Marioriawa, Syachrani Andi Nganro dikenal bukan hanya sebagai seorang camat, tetapi juga sebagai sahabat dan tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan. Ia aktif turun langsung ke lapangan, menghadiri berbagai kegiatan masyarakat, serta membangun komunikasi tanpa sekat dengan seluruh lapisan warga.

Kedekatannya dengan masyarakat menjadikan sosoknya begitu dicintai. Bagi warga, ia bukan sekadar pejabat pemerintah, melainkan bagian dari keluarga besar Marioriawa.

Saat menyampaikan sambutan perpisahan, Syachrani tampak berusaha menahan haru. Namun suara yang mulai bergetar dan mata yang berkaca-kaca akhirnya tak mampu menyembunyikan emosinya. Suasana aula pun semakin larut dalam kesedihan ketika ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat.

"Terima kasih telah menerima saya apa adanya. Terima kasih kepada bapak ibu, saudara muda, dan seluruh elemen masyarakat yang selalu merangkul saya tanpa memandang pangkat," ucapnya dengan suara tercekat.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama bertugas di Marioriawa, dirinya memperoleh pelajaran berharga tentang makna kepemimpinan yang sesungguhnya.

"Selama di sini, saya belajar bahwa memimpin bukanlah tentang tinggi jabatan, melainkan seberapa dekat kita dengan hati rakyat. Maafkan jika ada kata yang kurang berkenan, atau bantuan yang belum sempat saya berikan secara sempurna. Doakan saya di mana pun saya berada, dan saya pun akan selalu mendoakan kemajuan Marioriawa," tuturnya.

Ucapan tersebut sontak membuat suasana semakin emosional. Sejumlah perangkat desa, lurah, ASN, tokoh masyarakat, hingga warga terlihat menundukkan kepala sambil mengusap air mata. Beberapa di antaranya bahkan maju untuk memeluk Syachrani sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih atas dedikasinya selama ini.

Perpisahan itu menjadi bukti kuat bahwa kepemimpinan yang mengedepankan ketulusan, kedekatan, dan kepedulian akan selalu meninggalkan jejak di hati masyarakat. Selama lebih dari empat tahun mengabdi, Syachrani dinilai berhasil membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat.

Di sisi lain, Camat Marioriawa yang baru, Andi Massalangka, turut mengaku terharu menyaksikan ikatan emosional yang begitu kuat antara pendahulunya dengan masyarakat. Ia memberikan penghormatan dan apresiasi atas pengabdian Syachrani serta berkomitmen melanjutkan berbagai program dan semangat pelayanan yang telah dibangun.

Acara serah terima jabatan kemudian ditutup dengan saling berjabat tangan, pelukan hangat, serta doa bersama. Suasana penuh keakraban itu menjadi penanda bahwa meski masa tugas telah berakhir, kenangan dan pengabdian Syachrani Andi Nganro akan tetap hidup di hati masyarakat Marioriawa.

Bagi banyak warga, Syachrani mungkin telah meninggalkan kursi Camat Marioriawa. Namun ketulusan, kepedulian, dan pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan Kecamatan Marioriawa. Sosoknya akan tetap menjadi pemimpin yang dirindukan, sementara Marioriawa akan selalu menjadi rumah kedua baginya.

0 Komentar