jurnaltime.co.id SOPPENG — Ketenangan warga Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah rumah panggung milik Saharuddin (54) terbakar hebat pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.
Kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta harta benda milik korban. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun Saharuddin harus kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang miliknya.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, Saharuddin yang berprofesi sebagai petani sedang tertidur di dalam kamar ketika tiba-tiba merasakan hawa panas yang tidak biasa. Saat terbangun, ia mendapati asap tebal telah memenuhi ruangan.
Saharuddin kemudian membuka pintu kamar. Betapa terkejutnya ia ketika melihat api sudah berkobar di bagian ruang tengah rumah.
Dalam kondisi panik, Saharuddin langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut sontak membangunkan dan mengundang warga sekitar untuk datang ke lokasi.
Warga yang berdatangan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, kondisi bangunan yang merupakan rumah panggung dengan material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke berbagai bagian rumah.
Kobaran api semakin membesar hingga warga kesulitan mengendalikan situasi.
Sekitar pukul 04.40 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Marioriawa tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penyemprotan air untuk mengendalikan kobaran api.
Karena api masih cukup besar, bantuan armada pemadam kemudian berdatangan. Pada pukul 05.00 WITA, satu unit mobil pemadam dari Kecamatan Donri-Donri tiba di lokasi, disusul satu unit armada dari Kecamatan Lalabata sekitar pukul 05.20 WITA.
Dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api dan mencegah api semakin meluas ke bangunan di sekitar lokasi.
Namun, upaya pemadaman tidak mampu menyelamatkan rumah dan seluruh isinya. Bangunan tersebut ludes terbakar dan hanya menyisakan puing-puing.
Beruntung, Saharuddin berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Akibat kebakaran itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp100 juta. Nilai tersebut mencakup bangunan rumah beserta seluruh harta benda yang ikut terbakar.
Dari hasil keterangan dan pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga kuat dipicu arus pendek listrik (korsleting) yang menimbulkan percikan api di dalam rumah.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat, terlebih kebakaran terjadi pada waktu dini hari ketika aktivitas warga masih sangat terbatas. Kejadian ini sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
0 Komentar