Latih Kepekaan Sosial Siswa, SMPN 3 Marioriawa Rutin Gelar “Jumat Berkah”

jurnaltime.co.id SOPPENG – Membentuk karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Di SMP Negeri 3 Marioriawa, kepedulian terhadap sesama justru ditanamkan melalui kebiasaan sederhana, yakni berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Program “Jumat Berkah” menjadi salah satu kegiatan pembentukan karakter yang rutin dilaksanakan SMP Negeri 3 Marioriawa. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih kepekaan sosial dan kepedulian siswa terhadap teman-temannya yang kurang beruntung.

Kepala SMP Negeri 3 Marioriawa, Mustahir, mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut sengaja dirintis sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Menurutnya, siswa perlu dibiasakan untuk peduli dan berbagi sejak dini, meskipun dengan nominal yang kecil.

Salah satu bentuk kegiatan tersebut dilakukan melalui celengan Jumat Berkah yang ditempatkan di kantin sekolah. Setiap siswa yang memiliki sisa uang belanja dapat menyisihkannya untuk dimasukkan ke dalam celengan tersebut.

“Mulai dari Rp500, Rp1.000 dan seterusnya, kalau ada sisa uang belanja bisa dimasukkan ke celengan Jumat Berkah,” ujar Mustahir saat ditemui, Jumat (28/8/2026).

Setiap hari Jumat, celengan tersebut dibuka. Uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok atau sembako yang selanjutnya diberikan kepada siswa yang dinilai membutuhkan.

Menurut Mustahir, nilai utama dari kegiatan ini bukan terletak pada besar kecilnya nominal yang terkumpul, tetapi pada proses membangun kebiasaan berbagi dan kepedulian di kalangan siswa.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita dilatih untuk memiliki kepekaan sosial. Mereka belajar bahwa sedikit yang kita punya, kalau dikumpulkan bersama-sama, bisa bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan Jumat Berkah tersebut dapat terus berjalan dan menjadi budaya positif di lingkungan SMP Negeri 3 Marioriawa. Bahkan, Mustahir berharap program yang dirintisnya itu tetap dilanjutkan oleh pihak sekolah meskipun dirinya kelak tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah.

“Semoga kegiatan ini yang saya rintis sejak saya datang di sekolah ini dapat berlanjut, walaupun saya sudah tidak di sini lagi. Terhitung 1 Januari 2027, saya sudah memasuki purnabakti,” ungkapnya.

Bagi Mustahir, keberlanjutan program tersebut merupakan salah satu bentuk keberhasilan pendidikan karakter. Sebab, kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan dapat terbawa oleh para siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Jumat Berkah di SMPN 3 Marioriawa pun menjadi contoh bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal sederhana: menyisihkan sedikit dari apa yang dimiliki untuk membantu sesama.(myu) 

0 Komentar