Pesta Adat Pattaungeng di Dusun Bera Kembali Digelar, Wabup Soppeng: Tradisi Ini Wujud Rasa Syukur dan Kerukunan

jurnaltime.co.id SOPPENG – Pesta Adat Pattaungeng kembali digelar penuh khidmat di Dusun Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Senin, 31 Agustus 2026. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya Bugis sekaligus momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian yang diperoleh.

Pesta Adat Pattaungeng bukan sekadar kegiatan seremonial. Bagi masyarakat Dusun Bera, tradisi tersebut memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas keberkahan dan hasil panen, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga.

Meskipun kondisi kemarau melanda sejumlah wilayah, masyarakat Dusun Bera masih dapat melaksanakan panen pada tahun ini. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi masyarakat untuk tetap melaksanakan Pattaungeng sebagai bentuk rasa syukur atas hasil yang diperoleh.

Camat Marioriawa, Andi Massalangka Raya, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir serta masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.

"Terima kasih dan apresiasi kepada semua yang hadir pagi ini. Acara Pattaungeng ini dilaksanakan setiap tahun setelah pesta panen," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan Pattaungeng merupakan bagian dari tradisi masyarakat yang terus dipertahankan setiap tahun. Di tengah berbagai perubahan zaman, masyarakat Dusun Bera masih menunjukkan komitmennya dalam menjaga adat dan budaya yang menjadi warisan leluhur.

Camat Marioriawa juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu undangan apabila selama pelaksanaan acara adat terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami memohon maaf kepada para tamu yang hadir apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan acara adat Pattaungeng ini," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Dusun Bera dalam melaksanakan Pesta Adat Pattaungeng setiap tahunnya.

Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai acara yang luar biasa karena menjadi wujud nyata rasa syukur masyarakat atas keberkahan yang diberikan Allah SWT.

"Acara ini luar biasa. Ini adalah bentuk rasa syukur warga Bera, Desa Laringgi, yang setiap tahun dipraktikkan dan dilaksanakan oleh masyarakat," kata Selle KS Dalle.

Menurutnya, keberkahan yang dirasakan masyarakat Dusun Bera diharapkan tidak hanya menjadi keberkahan bagi warga setempat, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat Kecamatan Marioriawa dan Kabupaten Soppeng secara keseluruhan.

"Kita hanya berusaha dan berikhtiar. Mudah-mudahan keberkahan ini menjadi keberkahan bagi warga Marioriawa dan seluruh warga Soppeng," ungkapnya.

Lebih jauh, Selle KS Dalle menilai tradisi seperti Pattaungeng memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat. Selain sebagai bentuk syukur atas hasil panen, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk merawat kerukunan dan memperkuat tali silaturahmi.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita terus merawat kerukunan dan silaturahmi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle sekaligus membuka secara resmi Pesta Adat Pattaungeng Mappadendang dan Mattojang, yang berlangsung di Dusun Bera, Desa Laringgi.

Kehadiran pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mempertahankan adat dan budaya lokal.

Pesta Adat Pattaungeng tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng H. Nasfidin, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Desa Laringgi Eka Wahyuni, S.E., tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dengan tetap dilaksanakannya Pattaungeng setiap tahun, masyarakat Dusun Bera menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan akar budaya. Tradisi leluhur tetap dapat hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat modern, selama nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, gotong royong, dan silaturahmi terus dijaga.

Pesta Adat Pattaungeng pun menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya daerah bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga tanggung jawab generasi sekarang untuk terus merawat dan mewariskannya kepada generasi yang akan datang.(myu) 

0 Komentar