jurnaltime.co.id SOPPENG- SMP Negeri 3 Marioriawa, Kabupaten Soppeng, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di halaman depan sekolah, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah. Sebelum acara inti Maulid dimulai, seluruh siswa, guru, dan undangan terlebih dahulu mengikuti shalawatan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid ini turut dihadiri Kepala Desa Panincong, pengawas sekolah, Ketua dan pengurus IKA SMPN 3 Marioriawa, orang tua siswa, pengurus komite, purna bakti SMPN 3 Marioriawa, para kepala SD di wilayah Desa Panincong, serta mahasiswa KKN UNEM.
Nuansa tradisi lokal juga tampak kuat dalam perayaan tersebut. Salah satunya melalui hiasan pohon pisang yang dipenuhi telur warna-warni hasil kreasi masing-masing kelas.
Telur dalam tradisi perayaan Maulid tidak hanya menjadi hiasan, tetapi memiliki makna filosofis. Telur menjadi simbol rasa sukacita atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menggambarkan benih kehidupan dan cikal bakal generasi penerus yang diharapkan tumbuh menjadi manusia yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Menariknya, hiasan telur tersebut dibuat oleh setiap kelas dan dilombakan. Selain menambah semarak peringatan Maulid, kegiatan itu menjadi sarana untuk memotivasi siswa agar lebih kreatif, kompak, dan mampu bekerja sama.
Kepala SMPN 3 Marioriawa, Mustahir, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir serta kepada para guru yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dan kepada bapak ibu guru yang telah bekerja keras, serta anak-anak KKN yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," ujar Mustahir.
Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu menjadi momentum bagi sekolah dalam membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurutnya, salah satu upaya pembentukan karakter dapat dilakukan melalui pengamalan rukun Islam, khususnya pelaksanaan salat.
"Pelaksanaan rukun Islam, terutama salat, sangat penting. Salat dapat membentuk karakter anak-anak kita menjadi lebih baik," katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, siswa SMPN 3 Marioriawa juga diberikan kesempatan untuk tampil dan mengambil bagian dalam acara. Mulai dari menjadi protokol, membaca Al-Qur'an hingga menyampaikan terjemahannya, seluruhnya melibatkan siswa.
Keterlibatan siswa secara langsung tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakter sekaligus melatih keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berbicara di depan umum.
Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh Ustaz Zainal Hak. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak untuk menjadikan kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid di SMPN 3 Marioriawa tahun ini pun tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara sekolah, siswa, orang tua, alumni, masyarakat, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung pendidikan di sekolah tersebut.
Dengan semangat Maulid, SMPN 3 Marioriawa berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus ditanamkan kepada siswa sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik.(myu)
0 Komentar