Pascakebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, 142 Los dan 14 Kios Ludes Dilalap Api

jurnaltime.co.id SOPPENG – Puing-puing sisa kebakaran masih berserakan di kawasan Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026). Kayu, seng, lemari, serta berbagai material bangunan yang hangus terbakar menjadi pemandangan di dalam pasar setelah kebakaran yang terjadi pada malam sebelumnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah bagian pasar yang terdampak kebakaran kini hanya menyisakan puing-puing. Material bangunan yang sebelumnya digunakan pedagang untuk menjalankan usaha tampak berserakan, menggambarkan besarnya dampak kebakaran yang melanda pasar tersebut.

Meski demikian, sejumlah bangunan pasar lainnya masih terlihat utuh. Kios yang berada di bagian depan, sisi kanan, serta bagian belakang pasar, termasuk bangunan pasar rakyat yang tidak ikut terbakar, masih berdiri.

Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian bagi para pedagang yang tempat usahanya dilalap api. Aktivitas perdagangan di area yang terdampak pun menjadi perhatian, mengingat pasar merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Batu-Batu dan sekitarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Soppeng, Andi Iskandar Amri, S.Sos., saat dikonfirmasi pada Minggu (25/10/2026), mengungkapkan bahwa sebanyak 142 los dan 14 kios bangunan pribadi ludes terbakar.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dampak kebakaran terhadap sarana perdagangan di Pasar Sentral Batu-Batu. Para pedagang yang kehilangan tempat usaha kini menantikan langkah penanganan selanjutnya agar dapat kembali menjalankan aktivitas perdagangan.

Terkait rencana penyediaan lokasi pasar sementara bagi pedagang terdampak, Andi Iskandar Amri mengatakan bahwa keputusan mengenai tempat relokasi belum dapat dipastikan.

Menurutnya, penentuan lokasi pasar sementara masih harus dibahas dalam rapat bersama pihak terkait. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WITA.

Dengan demikian, hingga Minggu pagi, belum ada keputusan resmi mengenai lokasi yang akan digunakan sebagai tempat berjualan sementara bagi para pedagang korban kebakaran.

Para pedagang diharapkan dapat segera memperoleh kepastian mengenai lokasi berjualan sementara agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi pascakebakaran.

Pemerintah daerah kini diharapkan dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam penanganan dampak kebakaran, khususnya terkait penyediaan tempat berjualan sementara, sehingga para pedagang yang kehilangan kios dan los dapat kembali melayani masyarakat.

Sementara itu, puing-puing kebakaran yang masih memenuhi area terdampak menjadi gambaran nyata besarnya kerusakan yang ditinggalkan peristiwa tersebut di Pasar Sentral Batu-Batu.(myu) 

0 Komentar