jurnaltime.co.id MAJENE – Momen Salat Subuh berjamaah menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keresahan secara langsung kepada kepolisian. Usai beribadah di Masjid Nurul Abrar, Lingkungan Labuang, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Sabtu (17/10/2026), Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., memilih duduk bersama jamaah untuk mendengarkan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam suasana penuh keakraban, warga menyampaikan sejumlah keluhan yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Mulai dari pengawasan rumah kos, penggunaan knalpot brong, aktivitas remaja yang nongkrong hingga larut malam, hingga suara musik bervolume tinggi yang mengusik waktu istirahat warga.
Salah satu perhatian warga adalah keberadaan rumah kos di wilayah Majene. Mereka berharap setiap pemilik kos menempatkan orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi penghuni, sehingga potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Penggunaan knalpot brong juga menjadi sorotan karena dinilai menimbulkan kebisingan. Begitu pula kebiasaan sebagian remaja yang berkumpul hingga larut malam dan aktivitas memutar musik dengan volume tinggi, yang dikeluhkan mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi bahan perhatian Kapolres Majene. Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara warga dan aparat keamanan menjadi salah satu kunci untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Kapolres juga mengajak masyarakat mengedepankan pendekatan problem solving atau penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah, dengan melibatkan tokoh masyarakat serta aparat keamanan apabila diperlukan.
“Kalau ada konflik atau permasalahan di tengah masyarakat, kita kedepankan problem solving. Mari duduk bersama, selesaikan secara kekeluargaan dengan menghadirkan tokoh masyarakat dan aparat keamanan,” imbaunya.
Ia turut meminta warga tidak ragu menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
“Jangan sungkan untuk menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan adanya gangguan kamtibmas,” lanjutnya.
Kegiatan Subuh Keliling ini menjadi salah satu upaya Polres Majene membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Melalui pertemuan sederhana selepas ibadah, kepolisian berupaya mendengar persoalan warga sekaligus membuka ruang koordinasi untuk mencari solusi bersama.
Aspirasi mengenai rumah kos, knalpot brong, aktivitas remaja hingga kebisingan lingkungan diharapkan menjadi perhatian bersama, baik bagi aparat keamanan, pemilik usaha kos, orang tua, maupun masyarakat.
Dengan komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan dan respons terhadap keluhan warga, upaya menjaga ketertiban di Kabupaten Majene diharapkan semakin efektif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman serta nyaman.
0 Komentar